Mencicipi Sate Unik Berbahan Dasar Keong Sawah di Kabupaten Gianyar

Sate Kakul atau yang dikenal dengan sate berbahan dasar keong sawah atau siput, merupakan kuliner khas yang identik dengan masakan desa di Bali. Masyarakat desa mengkonsumsi keong sawah dan mendapatkannya di sawah yang masih ditanami padi. Kini makanan desa ini sudah sangat populer dan bahkan peminatnya dari berbagai kalangan.

Sumber foto: www.nusantarakumedia.com/IGustiBagusAryaPutra

 

Sate Kakul merupakan salah satu kuliner lokal yang saat ini sangat susah ditemukan atau terbilang cukup langka. Namun, kalian tidak perlu khawatir karena kuliner ini dapat kalian temukan di Bali tepatnya di Warung Sate Kakul. Restoran ini berlokasi di Jalan Raya Kangetan, Desa Singakerta, Ubud, Kabupaten Gianyar. Adapun jarak tempuh dari pusat Kota Denpasar menuju lokasi Warung Sate Kakul sekitar 16 km, dengan waktu tempuh sekitar 26 menit perjalanan.

 

Sumber foto: www.nusantarakumedia.com/IGustiBagusAryaPutra

 

Warung Sate Kakul ini berdiri pada tahun 2007, dengan interior yang didominasi furnitur kayu dan bambu. Lokasi restoran juga berdampingan dengan hutan yang memiliki pohon lebat, sehingga terasa sangat sejuk. Ditambah dengan adanya gazebo-gazebo yang membuat restoran ini memunculkan suasana khas pedesaan, tempatnya pun bersih dan asri. Menu andalan dan sering dicari oleh konsumen adalah sate kakul. Sate kakul di restoran ini sangat terkenal. Sangat mudah untuk menemukan restoran ini, karena tempatnya yang berada di pinggir jalan dan sering dilewati oleh bus pariwisata.

 

Sumber foto: www.nusantarakumedia.com/IGustiBagusAryaPutra

Kebetulan kali ini saya memesan paket kakul yang terdiri dari sate kakul berisi 10 tusuk, jukut ares kakul (sup sayur yang terbuat dari batang pohon pisang), dan nasi putih. Paket kakul dibanderol dengan harga Rp 30.000, tidak lupa juga saya memesan es teh seharga Rp 5.000. Selama hidup saya, ini merupakan pertama kalinya saya mencoba sate kakul. Awalnya saya berpikir akan terasa bau dan lengket karena keong sawah mengeluarkan lendir. Namun, semua hal tersebut salah. Untuk saya yang pertama kali mencicipi kuliner ini, rasanya enak dan dagingnya bertekstur kenyal. Tidak ada lengket ataupun bau, bumbu pada sate pun sangat terasa lezat. Perpaduan jukut ares dan kakul nya pun sangat gurih, enak, dan pas di mulut.

 

Sumber foto: www.nusantarakumedia.com/IGustiBagusAryaPutra

 

Restoran ini sangat saya rekomendasikan bagi kalian pecinta makanan desa, terutama pecinta daging keong sawah. Membuat sate kakul tidak terlalu susah, pertama seluruh keong sawah dibersihkan dengan air bersih lalu ditusuk. Setelah semua dalam bentuk tusukan, sebaiknya disimpan terlebih dahulu di lemari es (freezer). Sate kakul pun siap dibakar kapan pun yang kita mau, dikombinasikan dengan bumbu khas Bali. Tidak hanya pengunjung lokal, wisatawan asing juga sering datang ke sini. Kebanyakan wisatawan Rusia dan Jepang yang mampir ke Warung Sate Kakul ini.

 

Sumber foto: www.nusantarakumedia.com/IGustiBagusAryaPutra

 

Kisaran harga makanan di restoran ini mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 35.000. Untuk harga minuman mulai dari Rp 1.000 sampai Rp 35.000. Harga di Warung Sate Kakul ini cukup terjangkau. Restoran ini sangat cocok bagi kalian yang ingin berkumpul bersama keluarga, kerabat, atau teman. Jadi, bagi kalian yang sedang berada di Kabupaten Gianyar, jangan lupa memasukkan Warung Sate Kakul ke dalam daftar restoran yang wajib untuk dikunjungi.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *