Cagar Budaya yang Disebut Sebagai Tempat untuk Membersihkan Diri Secara Niskala

Membahas tentang keberadaan Pura di Bali memang tidak akan ada habisnya. Karena hampir di setiap desa-desa di Bali pasti terdapat Pura dengan kisah dan keunikannya tersendiri. Salah satunya Pura yang terdapat di Desa Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, yakni Pura Mengening. Dikabarkan Pura ini telah ada sejak zaman pemerintahan Raja Masula-Masuli. Adapun jarak tempuh dari pusat Kota Denpasar menuju lokasi Pura Mengening sekitar 34,2 km, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 3 menit perjalanan.

 

Sumber foto: www.nusantarakumedia.com/IGustiBagusAryaPutra

 

Pura Mengening sudah ditemukan pada abad ke 11 dan kabarnya sudah ada saat Raja Masula-Masuli memerintah. Pada saat itu pusat pemerintahan berada di Pejeng, jadi bangunan di Pura ini dapat disebut memiliki arsitektur zaman dahulu. Pemerintah Bali juga meresmikan Pura Mengening sebagai warisan cagar budaya yang harus dijaga kelestariannya. Suasana di Pura ini sangat sejuk dalam lingkungan yang damai dan hening, sehingga dinamakan dengan Mengening. Pura ini sangat cocok untuk mendamaikan hati dan pikiran, sekaligus berelaksasi.

 

Sumber foto: www.nusantarakumedia.com/IGustiBagusAryaPutra

 

Sebelum memasuki lokasi Pura sebaiknya kalian memakai kain (kamen) dan pengikat kain (selendang) yang dapat kalian sewa di depan pintu masuk Pura. Diingatkan bagi kalian yang sedang dalam masa menstruasi, disarankan untuk tidak memasuki areal Pura demi menjaga kesucian Pura. Untuk menuju ke lokasi Pura kalian akan menuruni beberapa buah anak tangga. Kalian akan menemukan kolam dengan air yang jernih, dan sumber air tersebut berasal dari tebing dan sela-sela akar.

 

Sumber foto: www.nusantarakumedia.com/IGustiBagusAryaPutra

 

Seperti halnya dengan beberapa Pura di Bali, Pura Mengening dalam pembagian tingkat kesakralan arealnya menggunakan konsep tri mandala. Pada bagian nista mandala terdapat sumber mata air dan lima pancoran yang dimanfaatkan untuk air suci dan juga tempat penyucian Ida Bhatara, serta terdapat taman-taman indah yang tertata rapi. Bagian madya mandala terdapat beberapa bangunan suci seperti bale gong, bale kulkul, bale pegambahan, dan bale pegat. Terakhir, pada bagian utama atau disebut utama mandala terdapat beberapa bangunan gedong yang menjadi pelinggih Bhatara Tirta Empul, Bhatara Siwa, Bhatara Gunung Kawigedong limas, bale paselang, bale saka ulu, bale pecanangan, bale penganteb, dan meru tumpang tiga (dahulunya diyakini sebagai tempat ditemukannya arca lingga yoni.

 

Sumber foto: www.nusantarakumedia.com/IGustiBagusAryaPutra

 

Di Pura Mengening terdapat tempat melukat yang sangat menyatu dengan alam dan sangat terkenal di kalangan umat Hindu yang berkunjung ke sini. Pada hari-hari raya tertentu banyak umat Hindu yang datang ke Pura ini dengan tujuan melukat atau membersihkan diri dari kotoran atau penyakit niskala (mala). Sehabis melukat, biasanya umat Hindu akan bersembahyang di areal utama Pura. Upacara besar atau piodalan di Pura Mengening bertepatan dengan Hari Soma Ribek.

 

Sumber foto: www.nusantarakumedia.com/IGustiBagusAryaPutra

 

Pura ini sangat cocok bagi kalian yang ingin merasakan wisata spiritual dan relaksasi. Jangan lupa ajak keluarga, kerabat, dan teman untuk berkunjung ke Pura ini. Tempat ini pastinya sebagai pilihan yang tepat bagi kalian yang ingin membersihkan diri secara niskala (alam tidak nyata). Jadi, bagi kalian yang sedang berada di Gianyar atau merencanakan kunjungan ke Gianyar, jangan lupa berkunjung ke Pura Mengening ya.

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *